-->

PRODUSEN

CAT MARKA JALAN THERMOPLASTIC dan COLDPLASTIC

Produk Marka Jalan Suryaline diproduksi sesuai spesifikasi yang berlaku secara Nasional maupun Internasional

PRODUSEN YANG SUDAH MEMILIKI

TANDA DAFTAR BADAN USAHA PENYEDIA BAHAN PERLENGKAPAN JALAN

Produk Marka Jalan Suryaline sudah memiliki rekomendasi resmi dari Kementerian Perhubungan sehingga dapat diaplikasikan di berbagai wilayah di Indonesia

PENGGUNAAN

BERBAGAI LOKASI

Produk Marka Jalan Suryaline memiliki beberapa varian untuk penggunaan di berbagai lokasi sesuai kebutuhan

Produsen Cat Marka Jalan Indonesia

Suryaline merupakan Brand Cat Marka Jalan asli Indonesia bersertifikat TKDN dengan lebih dari 40% kandungan bahan dalam negeri

Produsen Cat Marka Bandara Indonesia

Suryaline merupakan Brand Cat Marka untuk Bandara dengan varian tipe Waterbase dan Solventbase sesuai dengan kebutuhan, anggaran, regulasi dan lokasi serta cuaca di sekitar bandara

Distributor Perlengkapan Jalan

PT. Surya Marga Pratama sebagai pemilik Brand Suryaline merupakan distributor resmi untuk berbagai perlengkapan jalan lainnya seperti alat ukur Retroreflektometer, Alat Ukur Ketebalan Marka Jalan, Paku Marka Jalan, Reflektif Sheet, Mesin Aplikasi Marka, dan perlengkapan jalan lainnya.

Selamat Datang di SURYALINE

Kami berusaha untuk memberikan produk dan layanan terbaik kepada para kontraktor dan pemilik projek yang menginginkan terwujudnya jalan yang berkeselamatan. Berikut beberapa produk dan layanan kami :

CAT MARKA JALAN TERMOPLASTIK SURYALINE

CAT MARKA JALAN MMA COLDPLASTIC SURYALINE

Cat Marka Jalan dan Bandara Solventbase

Cat Marka Jalan dan Bandara Waterbase

Lem Epoxy perekat Paku Marka

Cat Lapangan Olahraga Waterbase

REFERENSI PROJEK

Produk Marka Jalan SURYALINE sudah digunakan untuk berbagai projek Nasional di wilayah Indonesia.

polio

Pengecatan Marka Jalan Thermoplastic

Produk Cat Marka Jalan Termoplastic SURYALINE sudah digunakan dalam projek Pengecatan Marka Jalan Thermoplastic di berbagai wilayah seperti Tol Solo-Ngawi (2022), Dinas Perhubungan Kota Bandung (2024), Sudin Perhubungan Jakarta Utara (2024), Sudin Perhubungan Jakarta Barat (2024).

Pengecatan Marka Jalan Coldplastic

Produk Cat Marka Jalan MMA Coldplastic SURYALINE sudah digunakan dalam projek Pengecatan jalur sepeda di wilayah Kota Bandung (2022-2024), Jabodetabek (2023-2024), Pengecatan Jalur Trans Jakarta (2023) Pengecatan Marka Zona Selamat Sekolah Dinas Perhubungan Kota Medan (2023-2024), Pembuatan Jalur Bus Kota Medan (2024) dan projek pengecatan Coldplastic lainnya.

Pengecatan Marka Bandara Waterbase

Cat Marka Bandara Waterbase Suryaline sudah digunakan dalam projek pengecatan marka bandara perintis di bawah naungan UPBU Kementerian Perhubungan dan juga dalam pengecatan marka Bandara Baru Tabang milik PT Bayan Resource, Kalimantan Timur.

Pengecatan Marka Bandara Solventbase

Cat Marka Jalan dan Bandara Solventbase SURYALINE sudah digunakan dalam berbagai projek pengecatan area pabrik, area gedung dan lahan parkir serta dalam projek pemeliharaan marka bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali (2024)

Kelengkapan Legalitas

Dokumen Legalitas atau sertifikat yang sudah dimiliki SURYALINE diantaranya :

  • TDBU-PBPJ – Kementerian Perhubungan Tanda Daftar Badan Usaha Penyedia Bahan Perlengkapan Jalan yang dikeluarkan oleh Direktorat Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
  • TKDN – Kementerian Perindustrian Sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri dengan raihan 46,45% untuk Cat Marka Thermoplastic dan 40% untuk Cat Marka Coldplastic, Cat Marka Waterbase, Cat Marka Solventbase, dan Lem Epoxy Perekat Paku Marka Jalan
  • ISO – 9001-2015 Sertifikat ISO 9001-2015 untuk managemen mutu / pengendalian kualitas
  • Sertifikat Merk – Kementerian Hukum dan HAM Merk SURYALINE sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM
  • Sertifikat – Uji Kualitas dari Balai Besar Bahan dan Barang Teknik Semua produk SURYALINE sudah memiliki sertifikat uji Laboratorium dari Balai Besar Bahan dan Barang Teknik Kementerian Perindustrian
Apakah produk SURYALINE bisa digunakan untuk projek Pemerintahan ?
Tentu, SURYALINE sudah memenuhi persyaratan sebagai penyedia bahan marka untuk projek pemerintah. Kami siap memberikan surat dukungan suplai bahan untuk projek pemerintahan dan juga bertransaksi lewat LPSE atau E-Katalog
Bertransasi Langsung via E-Katalog
SURYALINE sudah memiliki akun E-Katalog sehingga anda bisa bertransaksi langsung dengan kami untuk pembelian produk cat Marka Jalan / Pengadaan Bahan Cat Marka Jalan. Hubungi kontak kami untuk informasi lebih lanjut.
Mendapatkan SURAT DUKUNGAN/KERJASAMA PENYEDIAAN BAHAN
Jika anda kontraktor, anda bisa mendapatkan Surat Dukungan/Kerjasama Penyediaan Bahan dari kami sebagai syarat untuk bertransaksi via E-Katalog ataupun Tender lainnya. Hubungi kontak kami untuk informasi lebih lanjut.
Bagaimanana menentukan jenis cat marka jalan yang cocok untuk projek saya?
Teknikal Advisor kami siap membantu untuk memberikan saran dan masukan serta estimasi anggaran untuk projek pengecatan marka sesuai dengan kebutuhan anda. Hubungi kami untuk info lebih lanjut.
Pengecatan Marka Tenaga Profesional
Jika anda menginginkan cat marka berikut pengerjaannya, kami siap untuk memberikan beberapa referensi pekerja yang menyediakan jasa pemasangan marka jalan SURYALINE yang sudah terampil dan teruji mampu mengerjakan pekerjaan marka dengan baik.
Pembelian Bahan
Jika anda sudah memiliki tenaga pengecatan terampil dan ingin mencoba menggunakan produk SURYALINE untuk pertama kali, kami siap memberikan support teknis untuk pelatihan/trial penggunaan cat Marka SURYALINE
Bisakah saya memesan warna khusus sesuai dengan projek saya?
Suryaline terbuka dengan permintaan customer untuk pemesanan warna khusus dengan kuantitas tertentu. Warna-warna cat SURYALINE dapat di kustom menyesuaikan dengan kebutuhan projek dengan tetap mengacu pada standar-standar yang berlaku secara Nasional maupun Internasional
Minimum Qty Order
Minimum Qty Order untuk pembelian produk SURYALINE umumnya di 200kg, namun bisa lebih ataupun kurang sesuai dengan jenis produk yang dipesan. Hubungi Kontak kami untuk info lebih lanjut.
Biaya Pengiriman
Kami melayani pengiriman ke seluruh Indonesia. Khusus untuk wilayah JABODETABEK dengan min QTY tertentu kami kirim dengan bebas BIAYA ONGKIR (Gratis). Untuk anda yang berada di wilayah luar Pulau Jawa, kami dapat kirimkan gratis produk anda sampai PORT Pelabuhan Terdekat (Tanjung Priok)
Bagaimana menghubungi kontak SURYALINE ?
Anda bisa berkonsultasi dengan Customer Service, Technical Advisor ataupun Marketing dan Sales Executive kami secara langsung melalui Email adm.suryamarga@gmail.com ataupun melalui pesan Whatsapp +6282-1317-7378
Kontak Technical Advisor Kami
Anda bisa berkonsultasi mengenai permasalahan teknikal ke Technical Advisor kami melalui kontak Whatsapp +62813-1600-3006 atau email angga.suryamarga@gmail.com
Kontak Sales dan Marketing Kami
Anda bisa berkonsultasi mengenai pembelian ke Sales dan Marketing kami melalui kontak Whatsapp +62877-1651-7100 atau email imamambia_suryaline@gmail.com
Bisakah saya mendapatkan Brosur Atau Company Profile ?
Anda bisa mendownload Brosur dan Company Profile (Katalog Produk) di link berikut
Brosur
DOWNLOAD BROSUR
Katalog
DOWNLOAD KATALOG

BELANJA PERLENGKAPAN JALAN

SURYALINE menyediakan beberapa jenis perlengkapan jalan sesuai dengan kebutuhan projek anda

Serives

Apa yang sudah kami lakukan?

Beragam jenis pelayanan pekerjaan fasilitas keselamatan jalan sudah bisa kami selesaikan dengan baik

PENYEDIA BAHAN CAT MARKA
90%
KONTRAKTOR PENGECATAN MARKA
75%
DUKUNGAN TEKNIS DAN PERALATAN
85%
PROJEK KHUSUS
55%

MEREKA YANG SUDAH BEKERJA SAMA

Produk Suryaline benar-benar andal! Cat termoplastiknya tahan lama dan tidak mudah pudar, bahkan di jalanan yang padat. Investasi yang sangat menguntungkan untuk keselamatan jalan.

Dira Prasetya

Kami puas sekali dengan kualitas cat marka bandara dari Suryaline. Daya rekatnya sangat baik dan reflektivitasnya tinggi, membantu navigasi pilot di malam hari.

Sita Mahardika

Pelayanan dari Suryaline sangat profesional. Mereka tidak hanya menyediakan produk berkualitas, tetapi juga memberikan konsultasi teknis yang membantu kami memilih jenis cat yang paling cocok untuk proyek kami.

Rangga Prasojo

Pelanggan Puas

Metrik Ton Cat diproduksi

Projek Selesai

tahun Pengalaman di Industri Cat Marka

BERITA TERBARU

Berita mengenai teknologi dan projek terbaru di Industri Marka Jalan

Jumat, 17 Oktober 2025

Sejarah dan Perkembangan Cat Marka Jalan Coldplastic di Indonesia

Sejarah dan Perkembangan Cat Marka Jalan Coldplastic di Indonesia

1. Pendahuluan

    Cat marka jalan adalah elemen penting dalam sistem keselamatan lalu lintas. Selain berfungsi sebagai petunjuk arah dan pembatas jalur, marka juga berperan besar dalam meningkatkan disiplin dan kenyamanan berkendara. Selama beberapa dekade, teknologi cat marka terus berkembang — mulai dari cat konvensional berbasis pelarut, thermoplastic, hingga kini muncul inovasi baru yaitu cat marka coldplastic atau MMA (Methyl Methacrylate) cold-applied plastic.

    Artikel ini akan membahas secara lengkap sejarah, perkembangan, keunggulan, serta penerapan cat marka coldplastic, termasuk perkembangannya di Indonesia.





2. Apa Itu Cat Marka Coldplastic

    Cat marka coldplastic (cold-applied plastic) adalah jenis marka jalan berbahan dasar resin sintetis (MMA) yang diaplikasikan tanpa pemanasan.

    Berbeda dengan thermoplastic yang harus dilelehkan hingga suhu 180–200 °C, coldplastic cukup dicampur dengan hardener (pengeras) pada suhu ruang, kemudian mengeras melalui reaksi kimia polimerisasi.

    Komposisi utama coldplastic:

  • Resin MMA (Methyl Methacrylate)
  • Pigmen warna (biasanya putih atau kuning)
  • Katalis / pengeras (BPO – Benzoyl Peroxide)
  • Aditif untuk ketahanan dan visibilitas
  • Glass beads (butiran kaca) untuk reflektifitas

    Hasil akhirnya adalah lapisan marka jalan yang cepat kering, kuat, fleksibel, dan memiliki visibilitas tinggi, bahkan di malam hari atau saat hujan.


3. Sejarah Singkat Marka Jalan Dunia

Awal Mula (Awal Abad ke-20)

    Marka jalan pertama kali digunakan di Wayne County, Michigan (Amerika Serikat) pada tahun 1911 oleh Edward N. Hines, yang menggambar garis putih di tengah jalan untuk memisahkan arus lalu lintas.

    Pada masa itu, cat berbasis pelarut digunakan — cepat pudar dan perlu sering diperbarui.


Era Thermoplastic (1950-an – 1980-an)

    Seiring meningkatnya kebutuhan ketahanan marka, muncul teknologi thermoplastic road marking, yaitu bahan padat (granule/powder) yang dilelehkan dan diaplikasikan panas di jalan.

    Thermoplastic memberikan lapisan tebal (1–3 mm), tahan lama, dan reflektif — namun memerlukan alat pemanas dan proses aplikasi yang kompleks.


Lahirnya Teknologi Coldplastic (Akhir 1980-an)

    Untuk mengatasi keterbatasan thermoplastic, para peneliti di Jerman mengembangkan cold-applied plastic berbasis MMA resin.

    Salah satu inovator utama adalah Degussa AG (kini Evonik Industries) yang memperkenalkan produk DEGAROUTE® pada tahun 1988.

    Produk ini menjadi pionir coldplastic untuk marka jalan dengan performa tinggi tanpa memerlukan pemanasan.


4. Masuk dan Berkembangnya Coldplastic di Indonesia

Pengakuan Resmi dalam Regulasi

Coldplastic mulai dikenal di Indonesia setelah diadopsi ke dalam Standar Direktorat Jenderal Bina Marga dengan kode SKH-1921: Marka Jalan.

Dokumen tersebut mencantumkan bahwa jenis marka yang diizinkan mencakup:

“Marka jalan cat, marka jalan coldplastic, marka jalan termoplastik non glow in the dark, dan marka jalan termoplastik glow in the dark.”

(Sumber: binamarga.pu.go.id)

Artinya, coldplastic telah diakui secara resmi sebagai salah satu bahan marka jalan nasional.


Awal Implementasi

Walaupun tidak ada arsip publik yang mencatat proyek pertama secara eksplisit, indikasi menunjukkan bahwa coldplastic mulai digunakan di Indonesia sejak pertengahan 2010-an, terutama untuk:


  • Zona Selamat Sekolah
  • RHK (Ruang Henti Khusus)
  • Marka simbol (huruf, angka, dan logo)
  • Jalur sepeda dan area parkir


Produsen lokal seperti PT Surya Marga Pratama (SURYALINE) telah memproduksi cat Marka Jalan Coldplastic dan sudah diaplikasikan dalam beberapa projek seperti :

Proyek Jalur Sepeda Kota Bandung (2022, 2023, 2024, 2025)

Jalue Sepeda Jabodetabek (2023-2024)

Selain itu, kontraktor marka jalan di berbagai daerah mulai mempromosikan coldplastic sebagai alternatif thermoplastic, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan aplikasi cepat dan warna kuat.


5. Kelebihan Cat Marka Coldplastic

  • Aplikasi tanpa pemanasan Tidak membutuhkan alat pemanas besar → lebih efisien & ramah lingkungan.
  • Waktu pengerasan cepat Kering dalam 10–30 menit → mengurangi waktu penutupan jalan.
  • Ketahanan tinggi Tahan terhadap sinar UV, hujan, dan lalu lintas padat.
  • Fleksibilitas bentuk Cocok untuk simbol, huruf, angka, blok warna.
  • Reflektivitas tinggi Dapat dipadukan dengan glass beads untuk visibilitas malam hari.


6. Kekurangan dan Tantangan Aplikasi

  • Harga material lebih tinggi dibanding cat biasa.
  • Umur campuran terbatas setelah dicampur dengan pengeras (sekitar 10–15 menit).
  • Diperlukan persiapan permukaan yang bersih dan kering agar adhesi sempurna.


7. Tren dan Inovasi Terkini

Beberapa tren baru dalam teknologi coldplastic:

  • Versi thin layer (0,3–0,8 mm) → lebih ekonomis, cocok untuk low traffic
  • Formulasi ramah lingkungan (low VOC, bebas timbal).
  • Aplikasi warna tematik seperti merah, biru, hijau untuk jalur sepeda atau area publik.
  • Integrasi dengan smart road marking — coldplastic dapat dipadukan dengan cat reflektif atau sensorik.
  • Coldplastic Profile dengan ketebalan tertentu membuat efek audible (efek kejut) saat dilindas roda kendaraan
  • Coldplastic Agglomerate dapat membuat marka tetap terlihat reflektif walaupun kondisi hujan (Wet Visible)


8. Kesimpulan

Cat marka jalan coldplastic (MMA) adalah inovasi penting dalam teknologi marka modern.

Dengan keunggulan aplikasi cepat, ketahanan tinggi, dan fleksibilitas bentuk, coldplastic menjadi solusi ideal untuk kebutuhan marka perkotaan yang dinamis dan efisien.

Di Indonesia, coldplastic telah diakui secara resmi oleh Bina Marga dan mulai banyak digunakan sejak awal 2010-an — khususnya pada proyek jalur sepeda, zebra cross, dan marka simbol di kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta, dan Surabaya.

Ke depan, dengan dukungan produsen lokal dan dorongan pembangunan infrastruktur ramah lingkungan, coldplastic berpotensi menjadi standar baru marka jalan modern di Indonesia.

Kamis, 09 Oktober 2025

Sejarah Rambu Lalu Lintas Reflektif: Dari Cat Biasa hingga Teknologi Modern

Sejarah Rambu Lalu Lintas Reflektif: Dari Cat Biasa hingga Teknologi Modern

Rambu lalu lintas merupakan elemen penting dalam menjaga keselamatan dan ketertiban di jalan raya. Namun, tahukah kamu bahwa rambu-rambu yang kita lihat berkilau di malam hari sebenarnya hasil dari perkembangan panjang teknologi bahan reflektif?

Artikel ini akan membahas secara lengkap sejarah rambu lalu lintas reflektif, mulai dari masa awal hingga penerapannya di Indonesia.



Awal Mula Rambu Lalu Lintas

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, rambu lalu lintas pertama kali digunakan di Eropa. Kala itu, rambu dibuat dari logam atau kayu, dicat menggunakan cat biasa tanpa kemampuan memantulkan cahaya. Tujuan utamanya hanya untuk memberi tahu pengguna jalan tentang arah, jarak, atau bahaya di depan.


1903

Inggris menjadi negara pertama yang menerapkan rambu lalu lintas standar nasional.

1908

Konferensi Internasional di Roma digelar untuk menyatukan simbol dan warna rambu di seluruh Eropa.


Pada masa ini, masalah utama muncul di malam hari: rambu sulit terlihat karena tidak memantulkan cahaya sama sekali.


Awal Penemuan Bahan Reflektif

Sekitar tahun 1930-an hingga 1940-an, masalah visibilitas rambu pada malam hari mendorong penemuan baru. Perusahaan 3M (Minnesota Mining and Manufacturing Company) di Amerika Serikat memulai penelitian tentang bahan reflektif berbasis kaca mikro (glass beads).

Inovasi ini mampu memantulkan cahaya lampu kendaraan kembali ke arah pengemudi. Teknologi tersebut menjadi dasar dari bahan reflektif modern yang kita kenal saat ini. Menariknya, pada masa Perang Dunia II, bahan reflektif pertama kali digunakan untuk keperluan militer, seperti tanda kendaraan dan jalur pendaratan malam, sebelum akhirnya diterapkan pada rambu lalu lintas sipil.


Penerapan Teknologi Reflektif pada Rambu Jalan

Memasuki tahun 1950-an, teknologi reflektif mulai digunakan secara luas pada rambu lalu lintas di berbagai negara. Generasi pertama bahan reflektif dikenal sebagai Engineer Grade Reflective Sheeting, yang memanfaatkan butiran kaca kecil pada lapisan plastik.

Beberapa inovasi penting kemudian lahir:

1960–1970-an: Muncul bahan High-Intensity Grade dan Prismatic Grade yang menggunakan struktur prisma mikro untuk meningkatkan pantulan cahaya.

1971: Organisasi ISO (International Organization for Standardization) mengeluarkan pedoman internasional tentang standar warna dan tingkat reflektivitas rambu.

Sejak saat itu, rambu reflektif menjadi standar global untuk memastikan keselamatan pengendara di malam hari.


Perkembangan Rambu Reflektif di Indonesia

Di Indonesia, penerapan rambu lalu lintas reflektif mulai berkembang setelah Konvensi Wina 1968 tentang Lalu Lintas JalanNamun pada masa 1950–1960-an, sebagian besar rambu masih menggunakan cat biasa tanpa reflektor. Barulah pada 1980-an, pemerintah mulai mengadopsi bahan reflektif modern seperti Engineer Grade dan High Intensity Prismatic. Kini, seluruh rambu lalu lintas di Indonesia harus memenuhi standar nasional (SNI 7312:2008) dan peraturan dari Kementerian Perhubungan.


Manfaat Rambu Lalu Lintas Reflektif

Penggunaan bahan reflektif pada rambu jalan memiliki banyak manfaat penting, antara lain:

  • Visibilitas lebih baik di malam hari dan saat hujan.
  • Mengurangi risiko kecelakaan akibat rambu yang sulit terbaca.
  • Meningkatkan efisiensi dan keselamatan tanpa memerlukan penerangan tambahan.
  • Memudahkan pengemudi mengenali tanda peringatan, larangan, dan petunjuk arah dengan cepat.


Timeline Singkat Sejarah Rambu Reflektif

Periode Perkembangan Utama

1900-an awal Rambu cat biasa tanpa reflektor

1930–1940 Penemuan bahan reflektif oleh 3M

1950–1970 Penerapan luas di dunia

1980–sekarang Standarisasi dan penggunaan di Indonesia


Kesimpulan

Sejarah rambu lalu lintas reflektif menunjukkan bagaimana inovasi sederhana dapat memberikan dampak besar bagi keselamatan jalan raya.

Dari rambu kayu biasa hingga teknologi prisma mikro modern, setiap tahap perkembangan membawa peningkatan signifikan dalam keselamatan dan kenyamanan berkendara.

Dengan penerapan standar reflektif yang terus diperbarui, pengemudi kini dapat berkendara dengan lebih aman, siang maupun malam.

Selasa, 07 Oktober 2025

Rahasia di Balik Paku Marka Jalan: Penemuan Sederhana yang Menyelamatkan Jutaan Nyawa!

Rahasia di Balik Paku Marka Jalan: Penemuan Sederhana yang Menyelamatkan Jutaan Nyawa!

 Apa Itu Paku Marka Jalan (Mata Kucing)?

Paku marka jalan atau dikenal juga sebagai cat eye/roadstud adalah alat reflektif kecil yang dipasang di permukaan jalan untuk membantu pengemudi melihat batas jalur, terutama di malam hari atau dalam kondisi cuaca buruk.

Paku jalan ini biasanya terbuat dari bahan logam, plastik, atau karet dengan reflektor kaca atau LED di bagian atasnya.

Alat ini termasuk bagian penting dari rambu dan marka jalan yang diatur dalam peraturan Direktorat Jenderal Bina Marga dan Kementerian Perhubungan Indonesia.





Sejarah Paku Marka Jalan

Penemuan Pertama di Inggris

Paku marka jalan pertama kali ditemukan oleh Percy Shaw, seorang penemu asal Yorkshire, Inggris, pada tahun 1933.

Ide tersebut muncul ketika Shaw sedang mengemudi di malam hari dan melihat pantulan cahaya lampu mobil pada mata seekor kucing di tepi jalan. Dari situlah muncul nama “cat’s eye” atau mata kucing.


Produksi dan Penggunaan Awal

Pada tahun 1934, Percy Shaw mematenkan penemuannya dan mendirikan perusahaan Reflecting Roadstuds Ltd. di Halifax, Inggris.

Produk paku jalan ini kemudian mulai digunakan secara luas di jalan-jalan Inggris, terutama di daerah berkabut seperti West Yorkshire.


Perkembangan Global

Tahun 1950–1960-an, teknologi paku jalan mulai menyebar ke Eropa dan Amerika.

Pada 1970-an, muncul versi plastik dan aluminium yang lebih ringan dan tahan lama.

Sejak 2000-an, inovasi solar cat eye (paku jalan tenaga surya) mulai dikembangkan untuk meningkatkan visibilitas di jalan raya modern.


Fungsi dan Manfaat Paku Marka Jalan

Paku marka jalan memiliki beberapa fungsi penting dalam keselamatan lalu lintas:

  • Meningkatkan visibilitas marka jalan pada malam hari.
  • Membantu pengemudi tetap di jalur terutama pada tikungan atau jalan gelap.
  • Memberikan peringatan visual dan getaran ketika kendaraan keluar dari jalur.
  • Mengurangi angka kecelakaan akibat kesalahan lajur atau jarak pandang rendah.
  • Menunjukkan batas jalan saat marka cat sulit terlihat karena hujan atau kabut.


Jenis-Jenis Paku Marka Jalan

1. Berdasarkan Sumber Cahaya

  • Paku jalan reflektif pasif: menggunakan reflektor kaca atau plastik untuk memantulkan cahaya lampu kendaraan.
  • Paku jalan aktif (solar cat eye): dilengkapi dengan panel surya dan lampu LED, menyala otomatis pada malam hari.


2. Berdasarkan Material

  • Paku jalan logam/aluminium: kuat, tahan lama, cocok untuk jalan raya dan tol.
  • Paku jalan plastik (ABS/PC): ringan dan lebih ekonomis untuk jalan perkotaan.
  • Paku jalan karet: fleksibel, biasanya digunakan di area parkir atau pelabuhan.


3. Berdasarkan Warna Reflektor

Warna reflektor pada paku jalan menunjukkan fungsi dan arah lalu lintas:

  • Putih: batas antar lajur searah.
  • Kuning: batas antara arah berlawanan.
  • Merah: sisi luar jalan (peringatan bahaya).
  • Biru: penanda lokasi khusus seperti hidran atau akses darurat.


Teknologi Modern: Paku Jalan Tenaga Surya (Solar Road Stud)

Inovasi terbaru dalam bidang keselamatan jalan adalah paku jalan tenaga surya.

Paku jenis ini memiliki panel surya mini dan baterai isi ulang, yang menghidupkan lampu LED berwarna putih, kuning, atau merah di malam hari.


Keunggulannya:

  • Menyala otomatis tanpa listrik eksternal.
  • Tahan air dan cuaca ekstrem.
  • Umur pakai 3–5 tahun.
  • Jangkauan visibilitas hingga 800–1000 meter.


Solar cat eye banyak digunakan di jalan tol, pelabuhan, bandara, dan jembatan.


Standar dan Pemasangan Paku Marka Jalan di Indonesia

Pemasangan paku jalan diatur oleh:

  1. Peraturan Menteri Perhubungan RI No. 34 Tahun 2014 tentang Marka Jalan.
  2. Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2.

Beberapa ketentuan teknis antara lain:

  • Jarak antar paku jalan: 5–10 meter tergantung jenis jalan.
  • Dipasang pada garis marka tengah atau tepi jalan.
  • Harus mampu menahan beban roda kendaraan >20 ton.
  • Dilengkapi dengan daya refleksi minimal 300 mcd/lux/m².


Kesimpulan

Paku marka jalan (cat eye) merupakan komponen penting dalam sistem keselamatan lalu lintas.

Sejak ditemukan pada tahun 1933 oleh Percy Shaw hingga sekarang, paku jalan terus berkembang dengan teknologi modern seperti solar LED cat eye.

Dengan pemasangan yang sesuai standar, alat kecil ini berperan besar dalam mengurangi kecelakaan dan meningkatkan kenyamanan berkendara, terutama di malam hari.

Jumat, 03 Oktober 2025

Sejarah Pelican Crossing: Dari Inggris Hingga Indonesia

Sejarah Pelican Crossing: Dari Inggris Hingga Indonesia

 Apa Itu Pelican Crossing?

Pelican crossing adalah salah satu jenis penyeberangan jalan yang dilengkapi lampu lalu lintas khusus untuk pejalan kaki. Nama “Pelican” sendiri berasal dari singkatan bahasa Inggris PEdestrian LIght CONtrolled crossing. Sistem ini dibuat untuk meningkatkan keamanan pejalan kaki saat menyeberang, terutama di jalan raya yang padat.





Awal Mula Zebra Crossing dan Kelahiran Pelican Crossing

Sebelum pelican crossing muncul, Inggris sudah memperkenalkan zebra crossing pada tahun 1951. Zebra crossing menggunakan garis hitam-putih di jalan, namun tidak dilengkapi lampu lalu lintas sehingga keselamatannya masih bergantung pada pengemudi yang mau berhenti.

Pada 1965, pemerintah Inggris memperkenalkan pelican crossing sebagai inovasi baru. Tujuannya adalah menggabungkan konsep zebra crossing dengan lampu lalu lintas, sehingga pejalan kaki bisa lebih aman dan teratur saat menyeberang.


Cara Kerja Pelican Crossing

Pelican crossing dilengkapi dengan tombol tekan (push button). Pejalan kaki menekan tombol tersebut untuk meminta giliran menyeberang.

Saat tombol ditekan, lampu lalu lintas untuk kendaraan berubah dari hijau → kuning → merah.

Lampu pejalan kaki menyala hijau, memberi waktu untuk menyeberang.

Setelah beberapa detik, lampu kendaraan berubah menjadi kuning berkedip (flashing amber). Pada fase ini, kendaraan boleh jalan hanya jika pejalan kaki sudah selesai menyeberang.

Sistem ini terbukti lebih aman dibanding zebra crossing biasa.


Perkembangan Pelican Crossing di Dunia

1970–1980-an: Pelican crossing mulai digunakan luas di kota-kota besar Inggris, kemudian menyebar ke negara lain.

2000-an: Banyak pelican crossing di Inggris mulai digantikan oleh Puffin crossing (Pedestrian User-Friendly Intelligent crossing). Puffin crossing lebih modern karena menggunakan sensor untuk mendeteksi pejalan kaki, sehingga waktu menyeberang lebih efisien.


Pelican Crossing di Indonesia

Di Indonesia, zebra crossing lebih umum ditemukan, terutama di persimpangan jalan dan dekat sekolah. Namun, di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, sudah mulai dipasang pelican crossing dengan tombol penyeberangan dan lampu khusus pejalan kaki.

Pelican crossing ini sangat membantu di area dengan lalu lintas padat, karena memberi kesempatan aman bagi pejalan kaki untuk menyeberang tanpa harus berebut dengan kendaraan.


Kesimpulan

Sejarah pelican crossing dimulai di Inggris pada 1965 sebagai solusi keamanan pejalan kaki setelah zebra crossing dianggap kurang efektif. Sistem ini kemudian berkembang dan bahkan digantikan oleh versi yang lebih canggih, yaitu puffin crossing.

Di Indonesia, pelican crossing hadir di beberapa kota besar sebagai upaya meningkatkan keselamatan pejalan kaki. Ke depan, keberadaan pelican crossing diharapkan semakin meluas agar akses jalan menjadi lebih ramah untuk semua pengguna.

Senin, 29 September 2025

 Sejarah Zebra Cross: Dari Inggris ke Seluruh Dunia

Sejarah Zebra Cross: Dari Inggris ke Seluruh Dunia

Zebra cross adalah salah satu elemen penting di jalan raya yang sering kita jumpai setiap hari. Marka penyeberangan dengan garis putih melintang ini memiliki fungsi vital, yaitu membantu pejalan kaki menyeberang jalan dengan aman serta memberi tanda kepada pengendara untuk mengurangi kecepatan. Namun, tahukah kamu bagaimana sejarah zebra cross hingga akhirnya digunakan di seluruh dunia, termasuk Indonesia?

Awal Mula Penyeberangan Jalan

Sebelum tahun 1930-an, pejalan kaki bebas menyeberang di mana saja. Akibatnya, kecelakaan lalu lintas sering terjadi karena tidak adanya batas yang jelas antara jalur kendaraan dan jalur penyeberangan.

Pada tahun 1934, Inggris mulai memperkenalkan marka penyeberangan sederhana berupa garis cat di jalan. Meski begitu, tanda tersebut masih kurang efektif karena sulit terlihat oleh pengendara.


Lahirnya Zebra Cross di Inggris

Tahun 1949, pemerintah Inggris melakukan serangkaian percobaan untuk menemukan desain penyeberangan jalan yang lebih jelas dan aman. Hingga akhirnya, pada 31 Oktober 1951, zebra cross pertama diresmikan di Slough, Inggris.

Desain dengan garis-garis putih lebar melintang di jalan terbukti lebih kontras dengan aspal sehingga mudah dikenali, baik siang maupun malam hari. Karena menyerupai kulit zebra, marka ini kemudian disebut zebra crossing.

Zebra Cross pertama di Slough, Inggris, tahun 1951

Penyebaran ke Seluruh Dunia

Setelah sukses di Inggris, zebra cross mulai diadopsi oleh banyak negara pada era 1950–1960-an. Standarisasi marka jalan, termasuk zebra cross, kemudian diatur dalam Konvensi Wina tentang Lalu Lintas Jalan (1968).

Di Indonesia, zebra cross mulai populer sejak masa Orde Baru seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di kota-kota besar. Hingga kini, zebra cross menjadi simbol penting keselamatan pejalan kaki.


Fakta Menarik Tentang Zebra Cross

  • Zebra cross pertama ada di Slough, Inggris, tahun 1951.
  • Desainnya terinspirasi dari pola hitam-putih kulit zebra.
  • The Beatles ikut mempopulerkannya lewat sampul album Abbey Road (1969).
Zebra Cross populer dalam Sampul Album The Beatles Abbey Road (1969)



Timeline Sejarah Zebra Cross

1934 – Inggris memperkenalkan marka penyeberangan sederhana.

1949 – Uji coba desain penyeberangan yang lebih aman.

1951 – Zebra cross pertama diresmikan di Slough, Inggris.

1960-an – Zebra cross diadopsi banyak negara.

1968 – Konvensi Wina mengatur standar zebra cross.

Orde Baru – Zebra cross mulai populer di Indonesia.


Kesimpulan

Zebra cross bukan sekadar garis putih di jalan, tetapi simbol keselamatan yang lahir dari kebutuhan untuk melindungi pejalan kaki di era modern. Sejak pertama kali diperkenalkan di Inggris hingga kini digunakan di seluruh dunia, zebra cross tetap menjadi pengingat bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama.




Ukuran dan Standar Marka Panah Jalan di Berbagai Negara

Ukuran dan Standar Marka Panah Jalan di Berbagai Negara

Marka jalan adalah bagian vital dari sistem lalu lintas modern. Di antara berbagai jenis marka, marka panah menempati posisi penting karena berfungsi sebagai petunjuk arah bagi pengendara. Dengan melihat simbol panah di permukaan jalan, pengemudi tahu apakah harus lurus, belok kiri, belok kanan, atau kombinasi arah tertentu.




Menariknya, ukuran dan bentuk marka panah berbeda-beda di setiap negara. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kecepatan kendaraan, lebar lajur, regulasi lokal, dan standar teknis. Artikel ini akan membahas secara lengkap ukuran marka panah jalan di Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Jepang, serta faktor yang memengaruhi desainnya.


Mengapa Ukuran Marka Panah Jalan Penting?

Marka panah bukan sekadar ornamen di jalan. Fungsi utamanya adalah memberi informasi visual yang cepat dipahami pengemudi. Jika ukuran terlalu kecil, panah bisa luput dari perhatian. Jika terlalu besar, bisa menimbulkan kebingungan atau memakan ruang marka lainnya.

Beberapa alasan mengapa standarisasi ukuran panah sangat penting:

  • Keselamatan: Panah yang jelas membantu mengurangi kecelakaan di persimpangan.
  • Konsistensi: Pengemudi terbiasa dengan bentuk tertentu sehingga cepat mengenali arti simbol.
  • Efisiensi lalu lintas: Meminimalkan salah jalur atau manuver mendadak.
  • Visibilitas: Harus tetap terlihat jelas siang maupun malam.

1. Standar Marka Panah Jalan di Indonesia

Di Indonesia, pedoman resmi mengenai marka jalan tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 34 Tahun 2014 tentang Marka Jalan.

Jenis Panah yang Digunakan

  • Panah lurus

  • Panah belok kiri

  • Panah belok kanan

  • Kombinasi lurus + belok

Ukuran & Dimensi

  • Sumber resmi: Lampiran Peraturan Menteri serta gambar kerja teknis Bina Marga.

  • Detail ukuran (mm) biasanya disesuaikan dengan kecepatan rencana:

    • Jalan kota dengan kecepatan < 60 km/jam → panah lebih kecil.

    • Jalan arteri / tol dengan kecepatan > 60 km/jam → panah lebih besar.

📄 Referensi resmi: PM 34 Tahun 2014 tentang Marka Jalan (PDF)


2. Ukuran Marka Panah Jalan di Amerika Serikat (MUTCD)

Amerika Serikat menggunakan MUTCD (Manual on Uniform Traffic Control Devices) yang diterbitkan oleh FHWA (Federal Highway Administration).

Ukuran Umum Panah

  • 72 inci (±1,83 m)

  • 84 inci (±2,13 m)

  • 114 inci (±2,90 m)

  • 18 kaki (±5,5 m) untuk panah drop lane panjang

Karakteristik

  • Proporsi kepala dan ekor panah sudah ditetapkan.

  • Ukuran disesuaikan dengan lebar lajur (3,0 – 3,6 m) dan kecepatan jalan.

  • Digunakan cat thermoplastic atau marking dengan retro-reflektifitas tinggi.


3. Standar Inggris (UK Traffic Signs Manual)

Di Inggris, standar marka jalan ditetapkan dalam Traffic Signs Manual Chapter 5: Road Markings.

Ukuran Panah Resmi

  • 8 m (untuk jalan kecepatan rendah)

  • 16 m (jalan kecepatan sedang)

  • 32 m (jalan kecepatan tinggi, misalnya jalan raya utama)

  • Lebar kepala panah: ±2100 mm

  • Versi pendek: 3025 mm dan 4450 mm untuk kondisi khusus

Catatan

  • Penggunaan ukuran ditentukan berdasarkan kecepatan kendaraan rata-rata.

  • Semakin tinggi kecepatan, semakin panjang ukuran panah agar mudah terlihat dari jauh.

📄 Referensi resmi: Traffic Signs Manual Chapter 5 (PDF)


4. Standar Marka Jalan di Australia (Austroads)

Australia memiliki aturan dari Austroads yang dikombinasikan dengan manual negara bagian.

Ukuran Panah di Australia

  • Ukuran standar komersial (stencil): 1,4 m – 4,0 m

  • Ukuran besar: 3.000 mm × 600 mm lebar untuk area parkir / jalan arteri

  • Ukuran kecil: 2.250 mm untuk jalur lambat atau pejalan kaki

Karakteristik

  • Ukuran berbeda antar negara bagian (NSW, Victoria, dll.).

  • Ada program harmonisasi nasional agar ukuran lebih konsisten.


5. Standar Marka Jalan di Jepang

Jepang memiliki sistem yang ketat melalui Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT).

Ciri-Ciri

  • Bentuk panah lebih ramping dan panjang dibandingkan negara Barat.

  • Ukuran menyesuaikan dengan jalan kota, arteri, dan tol.

  • Penempatan panah sangat dekat dengan titik belok (agar pengemudi langsung paham).

Catatan

  • Angka dimensi spesifik biasanya tercantum dalam dokumen teknis daerah/kota.

  • Contoh: Kota Tokyo memiliki standar teknis sendiri untuk marka jalan.

Negara Ukuran Panah (mm/cm/m) Catatan
Indonesia Panjang bervariasi (<60 km/jam lebih kecil; >60 km/jam lebih besar). Ukuran rinci di gambar kerja Bina Marga. PM 34/2014 sebagai acuan resmi.

Amerika Serikat 72 in (1830 mm), 84 in (2130 mm), 114 in (2900 mm), hingga 18 ft (5500 mm). MUTCD sebagai standar nasional.

Inggris 8 m, 16 m, 32 m; lebar kepala ±2100 mm. Dipilih sesuai kecepatan jalan.

Australia 1400 mm – 4000 mm; umum 3000 mm × 600 mm untuk jalan arteri. Manual negara bagian + Austroads.

Jepang Panah ramping & panjang, ukuran bervariasi per kota/provinsi. MLIT sebagai pengatur utama.


Faktor Umum yang Menentukan Ukuran Panah

Walaupun berbeda-beda, ada pola umum yang berlaku di seluruh dunia:

  1. Lebar Lajur Jalan → Panah harus proporsional dengan jalur kendaraan.

  2. Kecepatan Kendaraan → Jalan cepat butuh panah besar agar terbaca dari jauh.

  3. Jarak Pandang → Kondisi malam, hujan, atau kabut memengaruhi visibilitas.

  4. Frekuensi Panah → Semakin dekat ke persimpangan, panah ditempatkan lebih sering.

  5. Regulasi Nasional → Setiap negara punya manual teknis resmi yang wajib diikuti.


Kesimpulan

Marka panah jalan adalah elemen penting dalam keselamatan lalu lintas.

  • Indonesia mengacu pada PM 34/2014.

  • Amerika Serikat menggunakan MUTCD.

  • Inggris mengacu pada Traffic Signs Manual Chapter 5.

  • Australia memakai Austroads + pedoman negara bagian.

  • Jepang merujuk pada MLIT dan standar daerah.


Dengan memahami perbedaan standar ini, kita bisa melihat bagaimana setiap negara menyesuaikan marka panah dengan kebutuhan lalu lintasnya. Pada akhirnya, tujuannya sama: memberi arahan jelas dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Perbedaan AASHTO M249-98 vs AASHTO M249-12: Panduan Lengkap untuk Kontraktor Jalan

Perbedaan AASHTO M249-98 vs AASHTO M249-12: Panduan Lengkap untuk Kontraktor Jalan

 Dalam dunia konstruksi jalan, marka jalan termoplastik reflektif merupakan salah satu elemen penting yang menentukan keselamatan dan kenyamanan berkendara. AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials) telah menetapkan standar khusus untuk material ini, yaitu AASHTO M249. Artikel ini membahas perbedaan utama antara AASHTO M249-98 dan AASHTO M249-12, agar kontraktor, konsultan, dan pihak terkait memahami update penting dari standar ini.




Apa itu AASHTO M249?

AASHTO M249 adalah standar spesifikasi untuk material termoplastik reflektif berwarna putih dan kuning yang diaplikasikan dalam kondisi molten ke permukaan jalan. Tujuannya adalah menciptakan marka jalan yang tahan lama, terlihat jelas, dan memenuhi standar reflektivitas di malam hari maupun cuaca buruk.


Perbedaan Utama yang Teridentifikasi

Berikut adalah beberapa bagian yang tampaknya berubah atau diperjelas antara M249-98 dan M249-12, berdasarkan dokumen yang tersedia:

AspekDalam M249-98Perubahan / Tambahan di M249-12
Pigmen kuningSpesifikasi lama mungkin masih mengizinkan pigmen kuning yang mengandung logam berat seperti krom/natrium/leadDi M249-12: pigmen kuning harus bebas timbal (lead-free / lead-chromate free) 



Metode referensi / standar terkait


M249-98 merujuk pada dokumen-dokumen seperti AASHTO T-250 (untuk pengujian), M247 (glass beads) dll. 


M249-12 juga merujuk ke standar-standar yang sama (M247 untuk glass beads, T-250 untuk pengujian retroreflectivity, dsb) dengan kemungkinan revisi batas toleransi atau definisi yang diperbarui. 


Persyaratan pigmen titanium dioksida (TiO₂) untuk warna putihM249-98: ada ketentuan minimum 10% (dengan asumsi > 92% kemurnian) Dalam M249-12, persyaratan pigmen dan toleransinya mungkin diperhalus atau diperbarui agar sesuai dengan praktik industri modern, meskipun dokumen publik tidak selalu menunjukkan perubahan numerik yang drastis. 


Ketentuan glass beads (manik kaca reflektif)M249-98 menyebutkan konten glass bead (misalnya antara 30-40%) sebagai bagian penting dari komposisi materi reflektif. M249-12 tetap mengharuskan glass beads (conforming to M247) dan bisa memperketat jenis atau kualitasnya (misalnya ukuran, indeks bias, kerapatan sphere) agar performa reflektivitas lebih baik. 

Spesifikasi lingkungan / bahan berbahayaStandar lama mungkin kurang memperhatikan pembatasan bahan berbahaya (lead, cromium, dll)Versi M249-12 lebih eksplisit tentang pigmen kuning harus bebas timbal dan bahan lain yang mungkin berbahaya — ini mencerminkan tren lingkungan dan keselamatan kerja yang makin diperketat. 

Toleransi dan definisi teknis / detail prosedurBeberapa parameter seperti “flowability retained after 4 jam / 6 jam,” “softening point,” “impact resistance,” “low temperature cracking resistance,” “drying time,” dan lain-lain ditetapkan dalam M249-98. Dalam M249-12, beberapa toleransi, definisi uji, ataupun nilai batas mungkin diperbarui, namun dokumen yang tersedia secara publik tidak menunjukkan perubahan radikal untuk semua parameter. Misalnya, M249-12 tetap menyebut bahwa nilai dalam satuan SI dianggap sebagai standar. 



Dampak Perubahan bagi Kontraktor & Produsen 
  •  Lingkungan & Kesehatan → Produsen wajib mengganti formulasi pigmen kuning agar ramah lingkungan. 
  •  Kualitas Reflektif → Penggunaan glass beads dengan standar lebih ketat meningkatkan keselamatan lalu lintas malam hari. 
  •  Administrasi & Legalitas → Kontraktor harus menyiapkan dokumentasi sertifikat bebas timbal, sertifikat glass beads, dan hasil uji retroreflectivity.

Kesimpulan

Perubahan dari AASHTO M249-98 ke M249-12 menekankan aspek ramah lingkungan, peningkatan mutu material, dan penegasan sertifikasi. Bagi kontraktor dan konsultan, memahami perbedaan ini sangat penting agar spesifikasi proyek jalan sesuai standar internasional sekaligus mendukung keselamatan lalu lintas.
Perbedaan BS 6088A dan BS 6088B pada Glass Beads Marka Jalan

Perbedaan BS 6088A dan BS 6088B pada Glass Beads Marka Jalan

Glass beads (butiran kaca mikro) adalah material penting dalam pembuatan marka jalan reflektif. Bahan ini memberikan efek retro-reflektif sehingga marka jalan dapat terlihat jelas pada malam hari atau saat kondisi hujan. Standar internasional yang sering dijadikan acuan adalah BS 6088, yang membagi glass beads menjadi dua tipe utama: BS 6088A dan BS 6088B.




Apa itu BS 6088?

BS 6088 adalah standar internasional asal Inggris (British Standard 6088) yang mengatur tentang spesifikasi teknis glass beads untuk marka jalan. Standar ini mengklasifikasikan butiran kaca berdasarkan ukuran partikel, roundness, dan sifat optik (seperti indeks bias) agar memenuhi persyaratan reflektivitas dan daya tahan pada marka jalan.

Tujuan utama standar ini adalah memastikan marka jalan tetap terlihat jelas baik pada siang maupun malam hari, serta aman digunakan di berbagai kondisi cuaca. Oleh karena itu, BS 6088 menetapkan dua tipe utama:

  • BS 6088A (Type A) → ukuran butiran lebih besar, dipakai untuk reflektivitas awal.
  • BS 6088B (Type B) → ukuran butiran lebih halus, dipakai untuk menjaga reflektivitas jangka panjang.

Perbedaan Utama BS 6088A vs BS 6088B

ParameterBS 6088A (Type A)BS 6088B (Type B)
Ukuran butiran dominanLebih besar (425–850 µm)Lebih halus (300–600 µm)
Metode aplikasiDrop-on beads (ditabur di permukaan cat basah)Intermix (dicampur ke dalam cat)
Fungsi utamaMemberikan reflektivitas awal tinggiMenjaga reflektivitas jangka panjang
Kondisi penggunaanCocok untuk marka jalan baru, hasil langsung terlihat terangCocok untuk daya tahan reflektivitas seiring usia marka

Tabel Gradasi Ukuran Partikel (BS 6088)

Sieve Size (mm)Type A (% Lolos)Type B (% Lolos)
1.18 mm100 %100 %
850 µm95 – 100 %100 %
600 µm75 – 95 %95 – 100 %
425 µm20 – 75 %80 – 95 %
300 µm0 – 15 %10 – 40 %
212 µm0 – 5 %0 – 10 %
150 µm0 – 5 %









Strategi Kombinasi Penggunaan A + B

Dalam praktik di lapangan, kombinasi Type A dan Type B sering digunakan agar marka jalan memiliki reflektivitas optimal dari awal pemasangan hingga jangka panjang.

Type A (Drop-on beads): ditaburkan di atas cat marka basah. Fungsi utamanya adalah memberi reflektivitas awal yang kuat.

Type B (Intermix beads): dicampurkan ke dalam cat marka (15–25% berat cat). Fungsinya menjaga reflektivitas jangka panjang setelah permukaan mulai aus.

Dengan kombinasi ini, marka jalan tetap terlihat jelas baik pada hari pertama maupun setelah penggunaan berbulan-bulan.

Spesifikasi Teknis dan Rekomendasi Praktis

Berikut adalah contoh spesifikasi teknis yang biasa digunakan dalam proyek marka jalan:

Dosis drop-on (Type A): 250–400 g/m² (umum 300 g/m²). Untuk jalan lalu lintas tinggi bisa ditingkatkan hingga 400–600 g/m².

Kadar intermix (Type B): 15–30% berat cat (umumnya 20%).

Indeks bias (RI): ≥ 1.50.

Specific gravity: 2.4–2.6 g/cm³.

Roundness: ≥ 75–80% bulat.


Contoh Formulasi:

Cat berbasis air: Intermix Type B (20% berat) + Drop-on Type A (300 g/m²).

Thermoplastic: Intermix Type B (20–30% berat) + Drop-on Type A (400–500 g/m²).


Tips Aplikasi dan Kontrol Mutu

  • Pastikan ketebalan film cat mencukupi agar butiran Type A dapat menempel baik di permukaan.
  • Gunakan glass beads dengan roundness tinggi untuk reflektivitas maksimal.
  • Perhatikan loss factor (kehilangan beads) saat aplikasi, biasanya terjadi akibat lalu lintas awal.

Selalu ikuti standar BS 6088 atau spesifikasi proyek terkait.

Kesimpulan

BS 6088A: cocok untuk reflektivitas awal (butiran besar, drop-on beads).

BS 6088B: cocok untuk reflektivitas jangka panjang (butiran halus, intermix beads).

Kombinasi A + B: solusi terbaik untuk hasil yang optimal dan tahan lama.

Dengan memahami perbedaan dan strategi penggunaan BS 6088A dan BS 6088B, kontraktor maupun penyedia jasa marka jalan dapat memastikan kualitas marka yang aman, jelas, dan tahan lama.

Tim YangBerdedikasi

IMAM AMBIA

MARKETING EXECUTIVE

Mendorong pertumbuhan BRAND, menciptakan strategi yang INOVATIF, dan membangun KONEKSI BERHARGA dengan pelanggan

ANGGA PRATAMA

TECHNICAL OPERATIONAL MANAGER

Menjaga stabilitas dan efisiensi seluruh operasional teknis, memastikan sistem berjalan optimal, dan mengelola tim dengan cermat untuk mencapai tujuan perusahaan, serta mengembangkan produk-produk inovatif

CHINTIA AMALIA

ADMIN SUPPORT

Memastikan seluruh pekerjaan administratif berjalan lancar, menjaga efisiensi operasional, dan memberikan dukungan krusial bagi kelancaran kerja tim.

DEDI SETIAWAN

PRODUCTION LEADER

Memotivasi tim, memastikan target produksi tercapai tepat waktu, dan terus berupaya meningkatkan efisiensi serta kualitas produk.

JOHNY MUNIR

DIREKTUR

Visi strategis yang kuat, kepemimpinan yang transformatif, serta komitmennya untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan kesuksesan jangka panjang perusahaan.

PETA DAN KONTAK

Temukan dengan mudah lokasi kami di Google Maps dengan kata kunci "PT SURYA MARGA PRATAMA" atau silakan isi FORM BERIKUT, Customer Service kami langsung menghubungi anda.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Recent in Design